Kunjungan Kaisar Jepang Naruhito ke Museum Nasional

0
576

Jakarta, Indonesia – Museum Nasional menyambut kunjungan Kaisar Jepang Naruhito beserta Permaisuri Masako pada Selasa, 20 Juni 2023. Kunjungan resmi Kaisar Jepang Naruhito merupakan kunjungan pertama setelah naik takhta pada 1 Mei 2019 dan dimaksudkan untuk memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Kunjungan tersebut didampingi Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid, serta perwakilan Museum Nasional untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai Sejarah dan Kebudayaan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Kaisar Naruhito, terkesan dengan penjelasan mengenai keragaman budaya di Indonesia melalui peta suku bangsa yang terdapat di Pameran Tetap Gedung A.  

Kisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako disabut oleh Hilmar Farid | foto: Feri Latief

“Setelah saya lihat tadi dan sepanjang perjalanan menemani beliau berdua, minatnya jauh lebih luas. Tidak terbatas soal (pengelolaan) air, namun juga soal sejarah, soal kebudayaan, soal bahasa”, ujar Hilmar Farid.

Hilmar menambahkan, “Tadi waktu awal saya sedikit cerita soal keragaman di Indonesia, dan ini menjadi highlight bagi beliau berdua. ‘a country so differs’.”

Kisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako mengelilingi pameran tetap Museum Nasional | foto: Feri Latief

Selanjutnya di Ruang Khazanah Emas lantai 4, Kaisar terkesan ketika melihat arca Prajnaparamita yang sering disebut ‘Monalisa dari Jawa’ karena kecantikannya. Kepala Unit Museum Nasional sekaligus kurator, Chandra Dewi, menyampaikan bahwa motif yang terdapat pada arca ini menginspirasi para perajin batik di Jawa menciptakan motif Jalaprang. Kaisar juga menyaksikan mangkuk ramayana yang reliefnya menceritakan kisah Rama-Sinta.

Kunjungan berlanjut ke area regalia, di mana Kaisar Naruhito menyaksikan Mahkota Banten, Keris Bali, dan Keris Jawa. Sultan Ageng Tirtayasa sebagai salah satu sultan yang terkenal, manfaatkan kemakmurannya membangun infrastruktur kota dan benteng, membangun jaringan irigasi untuk mengairi sawah-sawah yang baru dibuka serta mengairi istana.

Terakhir, Kaisar Jepang Naruhito turut mengunjungi ruang Organisasi Sosial lantai 3. Pada ruang ini menampilkan Prasasti Tugu, Prasasti Mulak I, Prasasti Harinjing, dan Prasasti Palepangan, yang merupakan jejak sejarah keterkaitan harmoni antara manusia Nusantara dengan alam. Koleksi-koleksi tersebut dipilih karena minat Kaisar Naruhito terhadap keberlanjutan lingkungan, khususnya pada tata kelola air.

Kisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako melihat koleksi Prasasti Tugu | foto: Fahmi Afrizal

“Tadi juga ketika lihat pembagian kerja di prasasti (yang terbuat dari) tembaga itu, mereka juga kagum karena sudah ada pangkat-pangkat organisasi sosialnya sedemikian rupa, yang tentunya bagi mereka yang mempelajari sejarah pengelolaan air menyadari bahwa orang di kawasan ini untuk waktu yang begitu lama sudah mengembangkan pengetahuan se-sophisticated itu yang cukup menakjubkan”, ujar Hilmar.

“Permaisuri khususnya bilang semuanya begitu elaborate, kayaknya dipikirkan dengan benar. Beliau (Kaisar) senang sekali bahwa Museum Nasional ternyata punya koleksi yang begitu luar biasa dan ragamnya sangat menarik,” tambah Hilmar.

Sebelum kunjungan resmi ke Museum Nasional, Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako disambut hangat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana di Istana Bogor pada Senin (19/6). Dalam jadwal kunjungannya Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako juga akan mengunjungi Candi Borobudur Kamis (22/6) mendatang.