Mamuli

0
435

Nama Koleksi : Mamuli

Jenis Material : Emas

Asal : Sumba, Nusa Tenggara Timur

Dalam Kehidupan masyarakat Sumba, mamuli merupakan lambang jati diri seseorang dalam kehidupan.  Begitu pentingnya mamuli dalam kehidupan mereka, mamuli kerap digunakan dalam ritual adat yang sangat sakral seperti perkawinan ataupun kematian, bahkan dijadikan simbol status sosial seseorang.  Bagi keluarga keturunan darah biru Sumba, mamuli juga dijadikan benda pusaka yang disimpan secara khusus.

Mamuli dalam bahasa daerah disebut omma, yaitu suatu perhiasan yang dapat dipakai oleh perempuan.  Namun, pada upacara adat tertentu, kaum laki-laki juga menggunakan mamuli sebagai aksesoris.

Mamuli memiliki fungsi pertama sebagai bekal kubur dan simbol status sosial dari orang yang meninggal,  Adanya bekal kubur bertujuan agar menjamin kesejahteraan arwah pada kehidupan setelah mati dan agar selamat dalam perjalanan menuju alam nirwana untuk dapat berkumpul bersama leluhurnya.

Fungsi kedua mamuli sebagai mahar dalam pernikahan.  Mamuli merupakan belis yang sangat utama dan dianggap sebagai lambang perdamaian antara pihak mempelai wanita dan laki-laki, juga sebagai simbol kesuburan dan kewanitaan.  Bentuk mamuli yang seperti vagina dianggap sebagai lambang kesuburan dan penghormatan terhadap kaum perempuan yang dapat melahirkan.

Mamuli wajib ada dalam pernikahan sebagai pengganti air susu ibu dan jerih payah orang tua dalam membesarkan anak-anaknya.  Jika pihak mempelai laki-laki tidak dapat memenuhi syarat, mamuli dapat diganti dengan benda lain setara, misalnya 15 ekor kerbau.

Fungsi ketiga mamuli digunakan sebagai perhiasan.  Dahulu masyarakat Sumba jika ingin memakai mamuli, para perempuan harus melubangi telinga mereka selebar-lebarnya hingga mamuli dapat masuk ke telinga mereka.  Biasanya mereka menggunakan kertas yang digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang telinga.  Proses ini waktu yang cukup lama sampai lubang telinga mereka membesar.  Seiring berjalannya waktu, mereka memiliki cara lain untuk memakai mamuli, yakni memodifikasi mamuli layaknya anting-anting yang dipakai sehari-hari, sehingga mereka tidak membutuhkan waktu lama agar lubang telinga membesar.

Seperti yang telah disebutkan, bentuk mamuli menyerupai vagina.  Ada pula bentuk hiasan binantang yang melambangkan bahwa perempuan harus memiliki rasa kasih sayang yang tinggi.  Mamuli berlambang manusia jongkok bermakna hamba sahaya.  Biasanya lambang manusia jongkok digunakan oleh kaum bangsawan karena hanya kaum bangsawanlah yang memiliki hamba sahaya (budak)

Penulis : Widya Purnamasari dalam Warta Museum Tahun XII No. 12 Tahun 2017 hal : 2 & 3

Sumber : UPTD Museum Daerah Nusa Tenggara Timur : 2005.  Mamuli dalam kehidupan Masyarakat Sumba