Program Publik di Museum Nasional

0
97

Pada masa lampau, fungsi museum hanyalah sebatas tempat untuk memamerkan koleksi-koleksi yang memiliki nilai historis bagi suatu bangsa, golongan, atau perseorangan dan umumnya bersifat eksklusif. Kini, seiring perkembangan zaman, museum telah bertransformasi menjadi sarana untuk mengekspresikan diri melalui berbagai kegiatan yang dihelat dalam bentuk program publik. Program public merupakan elemen penting guna memperkenalkan dan mempromosikan suatu museum kepada khalayak. Museum Nasional memiliki berbagai program publik yang diampu oleh bidang Kemitraan dan Promosi. Bidang ini bertujuan untuk melaksanakan layanan edukasi, kemitraan, dan promosi di bidang benda bernilai cagar budaya berskala nasional, sedangkan fungsinya adalah 1) pelaksanaan layanan edukasi benda bernilai budaya berskala nasional; 2) pelaksanaan kemitraan pengelolaan Museum Nasional; 3) pelaksanaan promosi benda bernilai budaya berskala nasional. Pada praktiknya, bidang Kemitraan dan Promosi juga menjalin kerjasama dengan penggiat budaya, seniman, dan komunitas pencinta museum.

Program public adalah kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka membangun keterlibatan masyarakat terhadap museum dengan tujuan untuk 1) meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap museum; 2) menarik pengunjung baru; 3) mendorong pengunjung untuk berkunjung kembali. Adapun criteria untuk mengadakan program publik di antaranya:

  1. Berkelanjutan.
  2. Sesuai dengan tema koleksi.
  3. Inklusif.
  4. Program bervariasi.
  5. Relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, program publik juga harus melihat segmentasi pengunjung yang dibagi menjadi tiga:

  1. Anak-anak/pelajar. Program publik yang ditujukan untuk anak/pelajar berupa Lomba Cerdas Cermat Museum, Museum Keliling, Penyuluhan dan Bioskop Keliling, diskusi penanaman karakter, praktik kerja museum, pemanduan daring, dan EduKids.
  2. Umum. Pengunjung umum disuguhi dengan program berupa Akhir Pekan di Museum, seminar, diskusi, lokakarya, Fun Walk, Family Fun Day, Rabu 2020, Sosialisasi di HBKB, dan Night at the Museum.
  3. Lansia dan disabilitas. Pengunjung lansia dan disabilitas memiliki program khusus, misalnya pemanduan secara langsung dengan menggunakan cara khusus.

Berbagai program publik yang diampuh oleh bidang Kemitraan dan Promosi bermaksud untuk membantu memudahkan masyarakat untuk mengenal Museum Nasional dari sisi lain tanpa menyampingkan koleksi-koleksi yang ada. Selain itu, dengan adanya program-program public diharapkan masyarakat juga dapat menyerap berbagai informasi melalui kegiatan-kegiatan yang menarik secara visual dan kinetik. Pada akhirnya diharapkanakan timbul apresiasi dari masyarakat dan para dan praktisi budaya untuk bersinergi dalam memajukan kebudayaan bangsa.