Masa Pandemi tetap produktif, belajar tari tradisi bersama Museum Nasional

0
222
Kelas Tari Museum Nasional
Dalam kondisi pandemi, kelas tari dilaksanakan secara daring

Museum Nasional bekerja sama dengan Yayasan Belantara Budaya Indonesia (YBBI) telah memasuki bulan pertama kelas tari tradisional ditahun 2021 ini. Kelas tari yang awalnya diselenggarakan secara langsung tatap muka di Museum Nasional, kali ini dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom dan kanal YouTube Museum Nasional.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian kebudayaan tari tradisional Indonesia di masa pandemi COVID-19. Untuk mengapresiasi antusiasme publik, Museum Nasional dan YBBI mengadakan challenge menari berhadiah pada setiap akhir bulan.

Mereka (peserta) meniru gerakan tari yang sudah diajarkan di video tutorial dalam kanal YouTube Museum Nasional lalu direkam di rumah, di-upload di akun Instagram mereka dengan hashtag #museumnasionalmenari”, papar koordinator Kelas Tari Museum Nasional Dyah Sulistiyani.

Ketentuan video challenge tari ini cukup sederhana; video tidak lebih dari satu menit yang boleh dibuat sekreatif mungkin. Tiga pemenang beruntung akan mendapatkan  souvenir  menarik dari Museum Nasional. Challenge ini akan terus diadakan setiap akhir bulan sampai akhir tahun 2021. 

Menurut koordinator tari dari Yayasan Belantara Budaya Indonesia Rosydinda Deselia, peserta challenge akan dinilai berdasarkan kemampuan dalam meniru gerakan tari yang sudah diajarkan. Peserta akan dinilai dari segi kualitas gambar, penampilan, dan bahasa tubuh. Untuk bulan Maret, telah dipilih tiga pemenang yang beruntung antara lain pemilik Instagram @fidyamaliyah, @misda_asmayanti, dan @glovela_rizquenta serta satu pemenang spesial @chichi_sriza dari kalangan disabilitas.

Penasaran seperti apa kegiatannya? simak pada tautan berikut ini :

“Belajar budaya itu kan bukan sekedar belajar bagaimana sih tarinya, tapi kita juga belajar budi pekerti di situ. Dalam setiap tarian tradisional Indonesia itu ada budaya, budaya itu bukan hanya seni, tapi budaya itu adalah etika. Bagaimana budi pekerti orang Indonesia dalam bersikap dan berbahasa tubuh itu bisa kita pelajari dari tarian,” tambah perempuan yang biasa dipanggil Dinda ini. (Febriani Putri Milenia, Nabilla)