Dukung Program Kampus Merdeka, Museum Nasional Sambut 99 Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia

0
88

Jakarta – Museum Nasional sebagai institusi untuk merawat, melestarikan, maupun mengkomunikasikan berbagai objek budaya mendapatkan amanat sebagai tempat terselenggaranya program Magang Bersertifikat Kebudayaan (MBK). Program ini merupakan program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Kebudayaan yang telah bergabung sebagai mitra Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), salah satu implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Sebagaimana tujuan MSIB, maka program MBK bertujuan untuk menyediakan ruang bagi generasi muda, yakni mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dengan terlibat secara langsung dalam aktivitas pemajuan kebudayaan Indonesia

Peserta program MBK merupakan mahasiswa aktif dari Perguruan Tinggi di lingkungan Kemdikbudristek setidaknya semester lima dengan jenjang pendidikan D4 atau S1. Program ini menerima dari berbagai jurusan dari rumpun ilmu humaniora maupun ilmu pengetahuan alam.

Sebelumnya para peserta mendaftar di situs resmi Kampus Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/. Pendaftar program MBK di Museum Nasional diketahui mencapai 1.600 orang. Peserta menghadapi berbagai proses seleksi yang ketat seperti administrasi kelengkapan data diri, mengumpulkan esai, hingga wawancara. Selanjutnya, dari berbagai aspek penilaian diterima sebanyak 99 mahasiswa untuk langsung mengikuti program dari 14 Agustus hingga 31 Desember 2023. 

Selanjutnya, 99 mahasiswa yang lolos kualifikasi pada Kamis (31/08) mengikuti acara pembukaan sekaligus peresmian di Auditorium Gedung B Museum Nasional oleh Plt. Museum dan Cagar Budaya Ahmad Mahendra.

“Kegiatan magang ini merupakan titik awal perjalanan bagi mahasiswa untuk mulai belajar merasakan dunia kerja yang sesungguhnya. Tentunya besar harapan dari berbagai pihak baik dari museum maupun para dosen, agar program ini berjalan dengan baik, seluruh mahasiswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik sampai selesai, dan bermanfaat bagi masa depan para peserta.” Ujar Ahmad Mahendra dalam sambutan.

Kemudian terdapat proses penyerahan suvenir kepada perwakilan peserta sekaligus simbolis bahwa program Kampus Merdeka di Museum Nasional resmi dibuka. Temanku Lima Benua dari Program Studi Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta menuturkan kebahagiannya saat diwawancara.

“Saya merasa senang dan bangga diterima magang bersertifikat kebudayaan sebagai asisten pendata koleksi di Museum Nasional, yang merupakan museum terbesar di Indonesia. Menurut saya magang itu seru karena selama 14 hari pembekalan, saya diberi materi dan didampingi oleh mentor profesional dan ahli dibidangnya. Harapan saya magang ini bisa menempatkan mahasiswa sebagai subjek bukan hanya sebagai objek, dan terjadi ekosistem yang saling mendukung.” Ucap Temanku Lima Benua.

Proyek pada program MBK di Museum Nasional, dikhususkan untuk pendataan koleksi. Proyek tersebut merupakan pekerjaan dasar di museum untuk mendata koleksi secara fisik, keadaan atau kondisi koleksi, hingga menggali informasi dari koleksi sehingga dapat memperkaya kajian untuk disampaikan kepada masyarakat luas. Selain itu, peserta juga dibekali ilmu tenaga teknis museum seperti kehumasan, edukator, registrar, konservasi, kuratorial, hingga penataan pameran.

Diharapkan setelah selesai program MBK selama lima bulan atau setara 20 Sistem Kredit Semester (SKS), peserta dapat memperoleh gambaran proses alur kerja di museum sehingga tidak menutup kemungkinan akan menghasilkan profesional di bidang kebudayaan khususnya ilmu permuseuman di masa yang akan datang.

Penulis: Fahmi Afrizal
Penyunting : Aep Saepulloh