Kebersamaan Ramadan di Museum Nasional Indonesia: Buka Puasa dan Santunan untuk Anak Yatim

0
8

Jakarta, 9 Maret 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Masjid Samudera Pasai, Museum Nasional Indonesia pada Senin (9/3). Museum dan Cagar Budaya menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim dan Piatu yang diikuti oleh 100 anak dari Yayasan Pundi Rakyat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan museum tidak hanya sebagai ruang edukasi, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan dan kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tur museum yang dipandu oleh edukator Museum Nasional Indonesia. Anak-anak diajak berkeliling mengenal berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di museum, sekaligus menikmati pengalaman menonton tayangan imersif yang menghadirkan kisah-kisah budaya Indonesia secara menarik dan interaktif.

Keceriaan anak-anak terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali berkunjung ke museum dan menunjukkan rasa antusias saat mendengarkan penjelasan tentang koleksi-koleksi yang dipamerkan.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Robethul Hasan dengan tema bersosial dan saling peduli. Dalam tausyiahnya, ia mengajak para peserta untuk menumbuhkan rasa empati, saling berbagi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari nilai-nilai Ramadan.

Momen kebersamaan semakin terasa saat penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat berjamaah di Masjid Samudera Pasai.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Badan Pengelolaan Usaha Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan, Indira Estiyanti Nurjadin, turut berinteraksi dengan anak-anak dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan berbagi seperti ini merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh Museum dan Cagar Budaya setiap bulan Ramadan.

“Semoga anak-anak mendapatkan pengalaman yang berkesan selama berada di Museum Nasional Indonesia dan dapat kembali berkunjung di lain kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Museum dan Cagar Budaya berharap museum dapat terus menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat belajar sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan. (Nurul Indrarini)