Pameran Adaik Suluah Nagari Angkat Keragaman Budaya Minangkabau

0
11
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan kata sambutannya dalam pembukaan pameran Adaik Suluah Nagari (Adat Sebagai Pelita Nilai, Penjaga Marwah Nagari) yang diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Artikel asli dapat dilihat di Antara News

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya menggelar pameran Adaik Suluah Nagari (Adat Sebagai Pelita Nilai, Penjaga Marwah Nagari) mengangkat keragaman artefak budaya Minangkabau sebagai bagian dari program pemajuan kebudayaan Nusantara.

“Koleksi yang ada di pameran Adaik Suluah Nagari ini merupakan ekspresi budaya yang terwujud dalam artefak, miniatur bangunan, dokumentasi, busana, perhiasan, dan juga karya-karya yang menunjukkan nilai-nilai luhur budaya serta tradisi kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutannya pada Kamis (22/1) di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Fadli menjelaskan “Adaik Suluah Nagari” merupakan pameran yang mengusung konsep tematik, ekshibisi ini mencoba menampilkan kekayaan budaya Minangkabau melalui khazanah artefak berupa miniatur bangunan, baju dan perhiasan adat, naskah-naskah kuno hingga lukisan seni.

Koleksi yang ditampilkan dalam pameran Adaik Suluah Nagari mencerminkan ekspresi budaya Nusantara sekaligus wujud dari kearifan lokal Minangkabau.

Menurutnya, artefak-artefak adat tersebut sarat akan nilai budaya yang menjadi fondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa. Apalagi masyarakat Minangkabau mempunyai budaya yang kental, karena hampir di setiap wilayahnya dipimpin oleh seorang datuk.

Ia turut mendorong Museum Nasional Indonesia yang menjadi tempat berlangsungnya pameran Adaik Suluah Nagari sebagai tolok ukur bagi seluruh museum di Indonesia.

Hal tersebut berkaitan dengan harapan agar seluruh museum di Indonesia dapat memperbaiki tata kelola pameran, pelestarian artefak, serta cara penyampaian narasi sejarah yang lebih menarik.

“Museum-museum yang ada di daerah sekarang ini ada cukup banyak, seperti museum provinsi, kabupaten-kota, dan desa. Kita berharap museum-museum provinsi terlebih dulu yang berbenah, mungkin bisa mencontoh apa yang ada di Museum Nasional, baik dari storyline, tata pamer, edukator, konservator, dan lain-lain,” ucapnya.

Fadli berharap pameran dapat menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap kekayaan budaya Minangkabau.

“Mudah-mudahan juga, pameran ini bisa menjadi pemicu bagi komunitas dan adat daerah lain untuk mengadakan pameran di berbagai museum. Sehingga nanti semakin kaya budaya yang kita pamerkan dan diapresiasi terutama oleh generasi muda,” ujarnya.