PRASASTI GEGER HANJUANG SINGGAH DI TASIKMALAYA

0
37

Tahun ini Museum Keliling diselenggarakan di Kabupaten Tasikmalaya. Museum Nasional menyapa warga Tasikmalaya tanggal 20-23 Juli 2019 di Gedung Kantor Bupati Tasikmalaya. Penyelenggaraan Museum Keliling tahun ini turut memeriahkan festival budaya dalam rangka perayaan ulang tahun Kabupaten Tasikmalaya ke-387.

Tema yang diusung dalam Museum Keliling tahun ini yaitu “Kenali Budayamu di Museum”. Tema ini diangkat untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman terkait warisan budaya dan benda-benda bernilai sejarah Indonesia. Yang menarik dari Museum Keliling kali ini, Museum Nasional juga membawa satu-satunya prasasti peninggalan masa Hindu-Buddha yang ditemukan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu prasasti Geger Hanjuang. Kehadiran prasasti Geger Hanjuang pada kegiatan Museum Keliling menjadi daya tarik tersendiri bagi Kabupaten Tasikmalaya karena koleksi ini merupakan bukti tertua sejarah Kabupaten Tasikmalaya yang memuat angka tahun dan menjadi kebanggaan masyarakat Tasikmalaya.

Koleksi Museum Nasional lain yang dipamerkan antara lain wayang golek, angklung, belincung, kapak persegi, gelang logam, dan hatong. Peserta Museum Keliling juga dibekali LKS dalam format teka-teki silang, yang boleh diisi sambil berkeliling melihat pameran. Melalui pameran ini, diharapkan generasi muda juga terketuk untuk ikut menjaga dan melestarikan warisan budaya. Tugas ini tidak lagi menjadi tugas pemerintah semata, namun tugas yang kini juga diemban oleh masyarakat, khususnya generasi muda, yang nantinya akan mewariskan kekayaan dan keragaman budaya tersebut ke generasi berikutnya.

Selain pameran, Museum Nasional juga mengajak pengunjung untuk mengikuti aktivitas edukatif menarik lainnya.  Siswa-siswi dapat menonton film Panji Semirang dalam satu ruangan dengan layer lebar. Cerita Panji merupakan sebuah cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur. Cerita asli Indonesia ini telah ditetapkan menjadi Memory of The World UNESCO.

Tak kalah menarik, siswa-siswi juga diajak mengenal Museum Nasional melalui ceramah pengenalan Museum Nasional. Mereka juga boleh langsung mencicip cara membuat batik dalam workshop membatik, mendengarkan dongeng, dan mewarnai caping yang merupakan hasil kerajinan masyarakat Tasikmalaya.

Dalam penyelenggaraannya, Museum Nasional bekerja sama dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini juga diliput oleh media lokal dan disambut baik oleh masyarakat setempat. Selama empat hari penyelenggaraan, Museum Keliling dihadiri oleh 5659 penggunjung yang berasal dari berbagai latar belakang.

Menjadi sebuah kebanggaan bagi Museum Nasional yang merupakan bagian dari naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dapat menjadi benchmark dan sumber inspirasi instansi terkait lain di seluruh Indonesia. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi lainnya untuk terus memperkenalkan museum kepada masyarakat.