Perhiasan Kepala sebagai Simbol Penghormatan

0
51

Tusuk Rambut

Manik-manik, katun, bambu

Mamberamo, Papua

Awal abad ke-20

No. Inv. 18114            

Perhiasan yang diperuntukkan untuk pemakaian di kepala selalu mendapat perhatian khusus. Kepala sebagai mahkota manusia adalah bagian tubuh yang sangat dihormati bagi masyarakat Papua. Oleh karena itu, perhiasan kepala dibuat lebih indah, baik dari segi bahan/material, desain, dan teknik pembuatannya. Pada tusuk rambut ini contohnya. Bahan manik-manik memiliki sejarah yang panjang bagi masyarakat Papua baik di pesisir maupun pedalaman. Masyarakat Papua berkenalan dengan manik-manik akibat adanya kontak dagang dengan Tiongkok maupun wilayah Nusantara lain. Bukti arkeologis memperlihatkan manik-manik tertua di Papua berasal dari abad ke-9 Masehi, sedangkan alih pengetahuan pembuatan manik-manik berlangsung pada abad-19 Masehi. Langkanya manik-manik membuatnya hanya dimiliki oleh kalangan bangsawan atau pemuka adat saja. Tusuk kepala dari manik-manik ini hanya dipakai oleh kalangan perempuan bangsawan yang telah memasuki fase dewasa. Pemakaiannya pun khusus hanya saat berlangsungnya acara-acara adat yang sifatnya formal.