PAUD Goes to Museum; Mendidik Karakter Anak Melalui Pramuka Prasiaga

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional ke-58, Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud mengadakan kegiatan PAUD goes to Museum dengan melibatkan 1000 siswa dan siswi se-Jabodetabek dan Bandung.

0
99
Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

“Siaga mula, bantu, dan tata,

Penggalang ramu, rakit dan terap,

Penegak bantara, laksana,

Itulah tingkatan pramuka”

Selamat Hari Pramuka!

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional ke-58, Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud mengadakan kegiatan PAUD goes to Museum. Kegiatan ini diperuntukkan kepada siswa dan siswi tingkat Pendidikan Anak Usia Dini berupa kunjungan edukasi ke Museum. Lengkap dengan seragam pramuka dan kacu, para murid terlihat menggemaskan.

Tiba pukul 11 siang, murid-murid PAUD sudah berkumpul di halaman depan Museum Nasional Indonesia. Antre dengan rapi, para siswa dan siswi dibagi menjadi beberapa kelompok dengan didampingi guru-gurunya. Tampak antusiasme yang besar dari para peserta.

Lebih dari 50 sekolah berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bandung hadir di Museum Nasional. Kegiatan yang diberi nama PAUD goes to Museum ini diikuti oleh lebih dari 1000 peserta. Peserta berasal dari siswa dan siswi PAUD serta guru dan pendampingnya.

Pada kegiatan ini Direktorat Jenderal PAUD bersama dengan Dikmas Kemendikbud dan Kwartir Nasional juga meluncurkan Pramuka Prasiaga tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. Pramuka Prasiaga adalah anak-anak yang belum berusia 7 (tujuh) tahun yang diberikan pengenalan tentang nilai-nilai kebangsaan melalui pendidikan kepramukaan di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan dari diciptakannya Pramuka Prasiaga ialah untuk menanamkan karakter dan rasa nasionalis cinta tanah air pada anak.

Tur Museum – Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Museum Nasional dipilih menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut berkaitan juga dengan koleksi yang dimiliki. Melalui koleksi peninggalan kebudayaan dan sejarah Indonesia yang ada, siswa dan siswi PAUD diharapkan bisa mengenal kebudayaan dari negeranya. Muhammad Hasbi, selaku Dirjen PAUD, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda.

“Ini multipurpose sebenarnya, harapan kita ini bisa menjadi kegiatan rutin yang tidak hanya setahun sekali, seperti hari kemerdekaan dan sebagainya, tapi juga pada momen-momen yang ditetapkan pada kurikulum. Misalnya sebulan sekali,” Lanjut Muhammad Hasbi.

Para peserta yang datang diberikan beberapa kegiatan motorik dan edukasi. Mulai dari mewarnai gambar, bermain mainan tradisional, serta tur museum. Dipandu oleh tim dari Museum Nasional, siswa dan siswi PAUD menyimak penjelasan dengan sangat baik.

Kegiatan Mewarnai Gambar – Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Acara berjalan dengan sangat baik. Semangat dan antusiasme siswa dan siswi PAUD juga terlihat tidak ada habisnya hingga akhir acara. Baik guru, pendamping, maupun para murid terlihat puas dan sangat menikmati kegiatan.