Pameran Melacak Jejak Jaap Kunst : Suara dari Masa Lalu

0
288
Melacak Jejak Jaap Kunst

Museum Nasional Indonesia mempersembahkan

“Pameran Melacak Jejak Jaap Kunst : Suara dari Masa Lalu

28 November 2019 – 10 Januari 2020.

Museum Nasional Indonesia mempersembahkan

“Pameran Melacak Jejak Jaap Kunst : Suara dari Masa Lalu

28 November 2019 – 10 Januari 2020.

Pameran akan dibuka oleh Dirjen Kebudayaan, kementaerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid pada Kamis, 28 November 2019 pukul 10.00 WIB di Museum Nasional Jalan Medan Merdeka Barat No.12 Jakarta

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa dengan bentuk keseniannya yang beragam. Seni musik tradisi Indonesia dapat dikatakan sebagai yang terkaya di dunia dari segi jumlah dan ragamnya. Karya seni musik tradisi ini menarik minat para peneliti, tak terkecuali peneliti asing untuk menggali lebih jauh lagi keistimewaan yang ada di dalamnya.

Tahun 1919, tepat 100 tahun yang lalu Jaap Kunst (seorang lulusan hukum berkebangsaan Belanda) menjejakkan kakinya di bumi Nusantara dan terpikat dengan alunan gamelan hingga akhirnya memutuskan untuk menetap (1919-1934).  Ketertarikannya dengan musik tradisional membuat Jaap Kunst mengumpulkan alat musik tradisional dan mendokumentasikan musik tradisional berupa rekaman suara dalam bentuk Silinder Lilin, piringan hitam, foto dan catatan-catatan arsip yang dikumpulkan dalam Musicologistch Archief . Jaap Kunst pernah menjadi kurator di Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen(sekarang Museum Nasional).  Setelah Indonesia merdeka  arsip-arsip berupa tulisan, rekaman, foto-foto dan alat musik daerah yang dikumpulkan Jaap Kunst menjadi koleksi Museum Nasional akan ditampilkan dalam pameran ini.

Pameran ini menjadi penting karena Jaap Kunst adalah pelopor penelitian musik tradisi Indonesia dengan melakukan riset, merekam dan mendokumentasikan aktivitas berkesenian di beberapa wilayah Indonesia. Studi musikologi komparatif yang dilakukan Jaap Kunst ini menjadi cikal bakal munculnya istilah “Etnomusikologi”.  Apa yang telah dilakukan Jaap Kunst adalah sebagai bentuk kekhawatiran akan punahnya seni musik tradisi Nusantara dan tidak tersisa untuk generasi mendatang. Tak hanya menyajikan warisan Jaap Kunst selama menetap di Indonesia, tetapi juga menggambarkan perkembangan teknik rekam audio dan perubahan yang terjadi pada musik tradisi di Indonesia dalam kurun waktu 100 tahun terakhir.

Pameran ini terselenggara atas kejasama Museum Nasional dengan Perpustakaan Nasional RI, Balai Konservasi Borobudur, Museum Benteng Heritage, Faozisokhi Laia dan Tim Dokumentasi WHAT IS BUNDENGAN-2019. Ethnologiches Museum of Berlin (Berliner Phonogramm-Archivs), Universiteit van Amsterdam, Nationaal Museum van Wereldculturen.

SHARE
Previous articleIbu Kota Baru dan Sejarah Peradabannya