Festival Pamalayu; Meluruskan Sejarah Dharmasraya, Mempererat Persaudaraan Bangsa

Narasi penaklukan yang terbangun di sini nampaknya butuh diluruskan.

0
192
Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Pada pertengahan abad ke-13 dikatakan ada sebuah ekspedisi yang dilakukan dari Jawa Timur ke Sumatera. Ekspedisi Pamalayu, begitu dikenalnya. Ekspedisi ini dikatakan sebagai sebuah upaya penaklukan Jawa atas Malayu. Kenyatannya, belum ada pembuktian secara otentik yang mengatakan bahwa ekspedisi tersebut merupakan penaklukan.

Narasi penaklukan yang terbangun di sini nampaknya butuh diluruskan. “Bagaimana mungkin bisa dikatakan sebagai penaklukan, sedangkan ada pengiriman arca Amoghapasa. Amoghapasa sendiri melambangkan kasih sayang, bagaimana bisa dikatakan sebagai penaklukan?” Ujar Sutan Riska, selaku Bupati Dharmasraya.

Arca Amoghapasa sendiri memiliki prasasti dipunggung arca. Amoghapasa sendiri diartikan sebagai matahari terbit yang indah. Prasasti yang ada di balik punggung arcanya pun mengatakan tentang keindahan dan kebajikan serta harapan-harapan pesan damai.

Narasi yang beredar yang mengatakan Ekspedisi Pamalayu merupakan sebuah penaklukan diduga akibat adanya kesalahan tafsir dari narasi kolonial. Sutan Riska ingin meluruskan narasi yang ada melalui Festival Pamalayu. “Melalui Festival Pamalayu, kita semai kembali benih baru, benih lama yang disimpan dari peradaban nenek moyang kita kemudian kita tawarkan untuk masa mendatang,” Jelasnya.

Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Kamis lalu, 22 Agustus 2019, peluncuran Festival Pamalayu dilaksanakan di Museum Nasional Indonesia. 22 Agustus dipilih karena bertepatan dengan tanggal penyerahan Amoghapasa setelah dimasehikan.

Bertajuk “Menyingkap Tirai Sejarah Dharmasraya; Dari Dharmasraya ada sejarah Indonesia yang patut diluruskan, yakni ekspedisi Pamalayu” ngobrol @tempo melangsungkan sebuah kegiatan diskusi yang menjadi pembuka dari rangkaian Festival Pamalayu. Festival Pamalayu akan dilaksanakan mulai dari 22 Agustus 2019 hingga 7 Januari 2020.

Festival Pamalayu ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan hari jadi kabupaten Dharmasraya yang keenam belas tahun. Acara puncaknya sendiri akan dilaksanakan di kabupaten Dharmasraya pada 7 Januari 2020 selama tujuh hari dan tujuh malam. Festival Pamalayu digadang-gadang akan menjadi festival terbesar se-Sumatera Barat.

Selain untuk meluruskan sejarah, Bupati Sutan Riska, juga mengharapkan melalui festival ini dapat mempererat kembali persatuan, kesatuan, dan persahabatan yang telah lama dijalin dengan berbagai daerah. Festival Pamalayu juga dilaksanakan sebagai ajang promosi kabupaten Dharmasraya dan mengenalkan kekayaan budaya dan memperdalam kembali sejarah Dharmasraya kepada masyarakat umum, khususnya generasi milenial.