Merefleksi Kejayaan Majapahit, Menggali Potensi Indonesia

Kerajaan Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan pengolahan hasil pertanian dan kelautan yang melimpah ruah serta terkelola dengan baik. Berkaca dari kejayaan ini, Direktorat Jenderal Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Komite Seni Budaya Nusantara bekerja sama menggelar Seminar Nasional Majapahit.

0
106
Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Pada abad kedua belas, terdapat sebuah kerajaan besar di Nusantara yang diperintah oleh seorang raja bernama Hayam Wuruk. Kerajaan ini memiliki kekuasaan seluas Nusantara ditambah dengan semenanjung Malaya (sekarang menjadi Singapura dan Malaysia). Kerajaan ini bernama Majapahit, kerajaan yang adil, makmur dan disegani oleh kerajaan lain di berbagai Asia Tenggara.

Kerajaan tersebut memiliki struktur pemerintahan dan pengolahan hasil pertanian dan kelautan yang melimpah ruah serta terkelola dengan baik. Sebagai kerajaan agraris dan maritim, Majapahit mampu memakmurkan rakyatnya dari hasil pertanian dan kelautan. Sistem perpajakan dan pembagian daerah menjadi salah satu bukti kemampuan pihak kerajaan dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakatnya.

Berkaca dari kejayaan Majapahit ini, Direktorat Jenderal Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Komite Seni Budaya Nusantara bekerja sama menggelar Seminar Nasional Majapahit; Refleksi Kejayaan Negara Agararis, Dahulu, Kini, dan Masa yang Akan Datang. Maksud dari diselenggarakannya seminar ini adalah sebagai upaya menggali nilai-nilai yang diterapkan pada masa kerajaan Majapahit berjaya. Tujuannya adalah untuk menjadikan nilai-nilai dan pengalaman sejarah kejayaan Majapahit untuk mejadi modal bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dilaksanakan di Museum Nasional pada 29 Agustus 2019, acara ini dihadiri oleh Pemprov. Jawa Timur, Kemenko Bidang Maritim RI, Budayawan serta perwakilan mahasiswa. Seminar ini diharapkan dapat menjaring generasi milenial untuk lebih mengenal sejarah dan kejayaan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, khususnya Majapahit. Diisi oleh narasumber-narasumber yang tentunya merupakan pakar dibidangnya, acara ini berlangsung dari pagi hingga sore hari.

Acara seminar dibagi menjadi tiga sesi, sesi pertama diisi dengan pematerian mengenai bidang pertanian. Dimoderatori oleh Dr. Sonny Soeharso, sesi ini membahas mulai dari sistem agraris, majapahit dan pelestarian kearifan lokal, hingga Majapahit di antara hegemoni dunia.

Pada sesi kedua, materi yang diangkat beranjak dari bidang maritim. Dimulai dari dinamika dan peran Indonesia terhadap peradaban maritim dunia, hingga kejayaan kerajan Majapahit yang kemudian ditinjau dari sistem geopolitik Indonesia.

Dilanjut dengan sesi ketiga yang mengangkat tema mengenai bidang politik. Materi yang diangkat adalah sistem ketatanegaraan majapahit dan aplikasinya saat ini, hingga sistem politik dan demokrasi era majapahit dan masa kini. Pada sesi ini dikatakan bahwa Majapahit dianggap sebagai replika jagat raya dan raja Majapahit dikatakan sebagai dewa tertinggi yang bersifat absolut dan berada di puncak tertinggi Mahameru.

Sekitar seratus peserta mengikuti kegiatan seminar dengan begitu antusias. Tiap kali sesi pertanyaan dibuka, hal tersebut disambut dengan baik oleh para peserta. Pada tiap sesi pertanyaan, peserta dengan aktif bertanya dan menanggapi pembicara.