Pameran Temanku Lima Benua

Pameran Diary Temanku Lima Benua digelar selama lima hari yaitu dari tanggal 26 Agustus 2019 sampai Jumat 30 Agustus 2019 di Lobby Kaca Museum Nasional, Jakarta. Ada 99 karya yang Liben tampilkan dalam pameran ini.

0
91
Sumber: Dokumentasi Museum Nasional

Temanku Lima Benua atau biasa disapa Liben merupakan seorang anak remaja berusia 17 tahun asal Klaten yang memiliki kemampuan melukis cepat. Terbukti hanya membutuhkan waktu 2 menit ia dapat berhasil membuat sketsa wajah, bahkan 99 karya yang ditampilkan dipameran ini Liben hanya menyelesaikannya dalam kurun waktu 17 hari. Liben mengatakan kemampuan melukis cepatnya ini karena ia terbiasa melukis dipasar yang mana ia harus dapat cepat melukis agar tidak kehilangan momen objek luskisnya.

“ Saya biasanya melukis dipasar, dan harus cepat ngelukisnya. Karena nanti keburu hilang orang-orangnya.” Ucap Liben.

Peralatan yang digunakan untuk melukis pun juga tidak kalah unik. Liben melukis menggunakan arang dari bebagai macam pohon seperti kayu waru, talok, hingga manga muda. Untuk media melukisnya pun tidak menggunakan kanvas, melainkan menggunakan kertas pembungkus makanan.

Jika diperhatikan, hampir disemua lukisannya terdapat tanduk dan sayap, Liben mengatakan bahwa maksud tanduk didalam lukisannya menandakan lambang Indonesia, yang terdapat pada kerbau. “Itu lambang Indonesia, dari kerbau. Di Sumatera, kerbau itu makanan yang enak. Di Jawa, untuk membajak sawah. Di Sulawesi, biasanya digunakan untuk ritual adat dan tanduknya dipasang di depan rumah,” Ujarnya.

Dan ada juga sayap, Liben menambahkan sayap pada luksian-lukisanya karena ia berkeinginan untuk bisa terbang. “ Sayaingin bisa terbang biar kemana-mana gampang,” tuturnya sambil diikuti tertawa kecil.

Pameran Diary Temanku Lima Benua digelar selama lima hari yaitu dari tanggal 26 Agustus 2019 sampai Jumat 30 Agustus 2019 yang diselenggarakan di Lobby Kaca Museum Nasional, Jakarta.