Bangkit dari Pandemi Covid 19, Pengunjung Museum Nasional 2022 Tembus 399.220 orang

0
1280

Jakarta – Museum Nasional merupakan salah satu destinasi wisata yang terdampak pandemi Covid 19. Akibatnya, Museum Nasional sempat mengalami penurunan pengunjung pada masa pandemi Covid 19. Saat ini, Museum Nasional berhasil bangkit dan meningkatkan jumlah pengunjungnya. Kunjungan tersebut berasal dari pengunjung pameran tetap, ImersifA, pameran temporer, virtual tour, dan masyarakat yang mengapresiasi museum.

Berdasarkan data pengunjung pada masa pandemi Covid 19, jumlah pengunjung Museum Nasional pada 2020 hanya 3.715 orang, kemudian meningkat tajam pada 2021 mencapai 32.017. Selanjutnya, peningkatan kembali pengunjung Museum Nasional pada 2022 yaitu hingga 399.220 pengunjung.

Peningkatan jumlah pengunjung merupakan hasil terobosan program yang dilakukan Museum Nasional di tahun 2022 antara lain yaitu: Pameran Aku dan Kain, Pameran The Truth Inside You: Alunan Kisah Tentang Perempuan, Pameran Kopi Togetherness, Pameran daring Adunan Nan Selia, dan berbagai pameran kerjasama seperti Pameran daring Tetangga: People, Places, and Object Across Borders, Pameran Seni Jendela Nusantara, Pameran Korean Sumuk Morning Calm, Pameran K-Maestro: Korean Traditional Music with Craft, Pameran Pameran Among Jiwo, Pameran Artologi, Pameran POLA: Polish Contemporary Textile Art and Batik, Pameran Jejak Denmark di Nias, dan juga Erlangga Art Award. Selain pameran temporer, beberapa program publik seperti Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM), kelas tari dan kelas gamelan setiap minggu, dongeng akhir pekan, jelajah museum, coret-coret asyik, ngeronda di museum, hingga seminar dan lokakarya turut berkontribusi dalam meningkatnya jumlah pengunjung Museum Nasional.

Pameran Kopi Togerherness
Pameran Aku dan Kain
Kelas Tari

Pencapaian peningkatan jumlah pengunjung Museum Nasional lebih optimis untuk menyambut tahun 2023 dengan sejumlah terobosan program yang pernah diadakan sebelumnya. Selain itu, pada akhir tahun lalu pemerintah resmi menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan meningkatkan fleksibilitas dalam upaya menjaga perkembangan positif kunjungan wisatawan ke Museum Nasional.

Penulis: Denita Salsabila & M. Renaldi