Pameran Ekskursi Arsitektur UI

0
964
arsitektur etnik Sabu di Nusa Tenggara Timur,

Jakarta, 29 Maret 2017. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keindahan arsitektur vernakular yang tidak ada habisnya. Pulau Sabu  menyimpan keindahan arsitektur yang mengacu pada kebudayaan, tradisi dan letak geografisnya. Hal ini lah yang membuat Ekskursi Arsitektur UI melakukan rekam jejak arsitektur vernakular ke Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Tim Ekskursi kemudian bekerjasama dengan Museum Nasional untuk menyelenggarakan pameran, bedah buku, dan film  agar dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.

Hadir sebagai program kerja tahunan Ikatan Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia (UI), Ekskursi Arsitektur UI giat mengupas arsitektur nusantara dengan melakukan perjalanan dan penelitian suatu daerah pedalaman sejak tahun 1997.

Setelah pameran internal (Perpustakaan pusat UI, November 2016) dan pameran eksternal (Galeria Fatahilah, Februari 2017), kali ini tim Ekskursi Arsitektur UI 2016 akan melaksanakan rangkaian pameran terakhir di Museum Nasional pada tanggal 30 Maret hingga 18 April 2017 dengan materi pameran yang lebih lengkap dari pameran sebelumnya, dengan  penambahan koleksi dan materi pameran dari Museum Nasional.

Pameran ini mencoba mengupas tentang keunikan arsitektur etnik Sabu di Nusa Tenggara Timur, dihadirkan pula arsitektur rumah-rumah adat lainnya di Indonesia . Acara ini akan di isi dengan bedah buku yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 April bersama Nadia Rinandi (Director Pusat Data Arsitektur), Osrifoel Oesman (Architect & Archaelogist), dan  Yori Antar.