Pameran Arsip Borobudur Memory of the World

0
165

Jakarta, 10 Oktober 2017:Pameran Arsip Borobudur dalam rangka mendukung pengajuan Candi Borobudur sebagai Memory of the World – UNESCO.

Borobudur menjadi salah satu keajaiban dunia salah satunya karena keunikan arsitektur dan kekayaan atefak budaya Indonesia didalamnya, namun akan lebih menarik jika kita mengetahui dibalik indahnya Cand Borobudur hari ini, ternyata banyak menyimpan kisah yang panjang.

 

Sejarah pemugaran Candi Borobudur dimulai pada tahun 1814 M, ketika Sir Thomas Stamford Rafless menemukan puing-puing batuan dan struktur bangunan di sekitar lokasi itu. Sir Thomas Stamford Rafles yaitu Gubernur Jendral Inggris yang memimpin Indonesia pada saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Inggris tahun 1811 M –1816 M. Kemudian pada tahun 1835 Masehi, Hartman, Gubernur Jendral Belanda meneruskan proses pengangkatan Candi Borobudur yang ditinggalkan oleh Rafless selepas Inggris alami kekalahan perang dalam memperebutkan daerah jajahannya. Kemudian pada tahun 1907-1911 Masehi, di bawah pimpinan Van Erf, Belanda mulai melaksanakan pemugaran pada candi Borobudur.

Setelah Indonesia merdeka usaha-usaha untuk melakukan pemugaran sebenarnya telah dirintis dimasa Sukarno namun baru bisa dilakukan  pada tanggal 10 Agustus 1973 pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Bukti pemugaran ini berupa prasasti seberat 20 ton yang sengaja dibuat serta diletakkan di bagian Barat Laut Candi menghadap ke Timur.

Pameran Memory of the World

Rekam jejak perjalanan Candi Borobudur dapat disaksikan dalam Pameran “Melestarikan Dokumen Sejarah Pemugaran Candi Borobudur sebagai Memory of the World” di Museum Nasional, yang berlangsung mulai 10 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2017 di Museum Nasional Indonesia merupakan kerjasama antara Balai Konservasi Borobudur, Museum Nasional, Arsip Nasional RI, LIPI dan Perpustakaan Nasional RI.