Melawan berita Hoax

0
633

Jakarta, 27 Februari 2017. Pada bulan Januari lalu masyarakat sempat dihebohkan dengan pesan berantai yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, berisi ajakan untuk mengunjungi Museum Nasional dan menyaksikan acara Pekan Budaya  Arab Saudi, ada kurma, air Zam Zam hingga pembagian Alquran secara gratis. Beberapa masyarakat memang sudah ada yang datang dari tempat yang lumayan jauh seperti Jawa Barat dan Banten dengan tujuan menyaksikan acara Pekan Budaya Arab Saudi, tentu saja mereka kecewa ketika sampai di museum acara yang dimaksud tidak ada. Museum Nasional telah membuat klarifikasi mengenai informasi tersebut pada 16 Januari 2017 lalu. Tautan berita

Seiring dengan rencana kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret 2107 informasi hoax tersebut kembali beredar di masyarakat, dari aduan yang kami terima mulai tanggal 24 Februari sudah banyak yang menghubungi pihak museum melalui telepon maupun media sosial menayakan prihal acara tersebut. Berikut isi Broadcast hoax yang beredar:

Assalamuallaikum wr wb
ada info: Ayooo ke museum gajah jakarta dekat monas ada pameran budaya arab. Dapat souvenir gratis Al Qur’an dari saudia arabia….poster mesjid Nabawi dan Masjidil haram….makan berbagai kurma sepuasnya…bs bw pl diijinkan.. jgn lupa bw plastik kecil kl pk tisue yg disediakan lengket…minum kopi arab dan zam2 disediakan….sp tgl 30 Maret 2017

Waktu Kunjungan & Tiket Masuk:
Senin dan hari besar nasional : Tutup
Selasa – Jum’at : 08.00 – 16.00
Sabtu – Minggu : 08.00 – 17.00

Tiket Masuk
1. Pengunjung Perorangan : 
a. Dewasa : Rp 5.000,-  
b. Anak-anak : Rp 2.000,-
2. Pengunjung Rombongan (minimum 20 orang)
a. Dewasa : Rp 3.000,-  
b. Anak-anak (TK s.d. SMA) Rp 1.000,-

Pada intinya kami ingin menglarifikasi bahwa di tahun 2017 Museum Nasional tidak menyelenggarakan Pekan Budaya Arab Saudi.

Informasi seperti ini bukan hanya menyesatkan namun berpotensi merugikan secara waktu maupun materi, agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan dari berita yang tidak jelas maka netizen harus membiasakan diri untuk memeriksa setiap informasi yang diterima dengan tidak terburu-buru menyebarkan informasi tersebut.

Cara paling tepat adalah dengan bertanya kepada sumbernya atau menghubungi tempat yang tercantum di informasi broadcast tersebut, misanya ada kalimat kunci Museum Nasional dan Arab Saudi maka info paling akurat hanya akan didapat dari Museum Nasional dan Kedutaan Besar Arab Saudi. Pencarian informasi yang valid semakin mudah karena instansi pemerintah hampir semuanya memiliki telepon dan  akun media sosial yang bisa dengan cepat merespon pertanyaan. Kami mengapresiasi berbagai pihak yang meluangkan waktu untuk sekedar bertanya dan konfirmasi terkait berita tersebut. Hanya butuh waktu beberapa menit bahkan detik untuk terhindar dari kerugian atau merugikan orang lain  akibat Hoax, pertanyaannya adalah mau atau tidak?,….