Kakawin Sutasoma – Mpu Tantular di pamerkan di Museum Nasional

0
532
Salah satu arsip Pancasila yang dipamerkan di Museum Nasional

Jakarta, 2 Juni 2017. Pameran Lahirnya Pancasila yang bertemakan “Saya Indonesia, Saya Pancasila ” ini resmi dibuka secara bersama-sama dengan pengguntingan pita oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ,Dr.Hilmar Farid, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) , Dr. Mustari Irawan, MPA, dan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,  pada hari Jum’at , 2 Juni 2017. Turut  hadiri  para pejabat Eselon 2 di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, komunitas sejarah , siswa-siswi sekolah dan segenap elemen masyarakat. Pameran akan berlangsung dari tanggal 2-15 Juni 2017.

Dalam acara pembukaan Pameran Lahirnya  Pancasila ditampilkan performing dari Tio Pakusodewo yang membawakan pidato Ir. Sukarno 1 juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang kemudian dikenal dengan judul ” Lahirnya Pancasila” . Melengkapi acara ditampilkan tarian tradisional  dari tiga daerah di Indonesia, Jakarta, Sumatra Barat, dan Kalimantan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang beragam budaya dan corak disambung dengan penampilan  penari-penari yang membawakan tarian tradisional  secara bersama-sama membawakan tarian kontemporer yang memberikan pesan  bahwa walaupun  berbeda-beda namun kita tetap satu (Bhinneka Tunggal Ika) dimana semboyan tersebut sangat sesuai dengan konsep bangsa Indonesia .

Dalam sambutannya Dr. Hilmar Farid  menukil pidato Bung Karno yang menegaskan bahwa perbedaan paham itu hendaknya tidak menghalangi pembentukan negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Justru seharusnya yang dilakukan adalah mencari titik temu diantara bermacam paham, sehingga terbentuk kesepakatan yang bisa diterima semua pihak, dan yang paling penting, kemudian lahir landasan kehidupan bernegara yang kokoh , itulah Pancasila.

Draf logo Pancasila
Pengunjung mengabadikan draf logo Garuda Pancasila

Pameran ini menyajikan koleksi naskah dari tiga institusi nasional yaitu Arsip Nasional RI, Perpustakaan Nasional RI dan  Museum Nasional Indonesia.  Museum Nasional turut memamerkan satu arca Garuda dari abad 14 M, dimana Arca ini adalah cikal bakal dari lambang negara Republik Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Satu hal yang menjadi catatan sejarah dalam pameran ini adalah untuk pertama kalinya Kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular di pamerkan di publik, dimana dalam salah satu seratnya tertulis Bhinekka Tunggal Ika. Artinya disini bahwa pada masa itu pun perbedaan atau yang lebih tepatnya keberagaman pun sudah ada dan mampu dikelola dengan baik  sehingga menjadi kekuatan yang mampu menjadikan Majapahit menjadi kerajaan yang berpengaruh  di masanya.

Mari kita kembali mempelajari  bagaimana lahirnya Pancasila sebagai ladasan filosofis  Republik Indonesia, dan kita mampu untuk menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila sehingga Bangsa Kita menjadi bangsa yang mampu menyatukan perbedaan, karena Kita Indonesia, Kita Pancasila.